BLOG AKU ANAK INDONESIA

Cintai hasil karya anak bangsa sendiri

Sunday, 15 July 2018

Laporan PKL Jurusan TKR (Teknik Kendaraan Ringan) by Bangun Putra


Hai temen - temen, kali ini penulis membagikan sebuah karya dari Bangun Putra yaitu Laporan PKL Teknik Kendaraan Ringan. Mungkin tulisan ini akan berguna bagi kalian yang sdang mecari referensi membuat Laporan PKL tentang TKR atau TSM(Teknik Sepeda Motor). Oke, silahkan disimak baik baik ya..






HALAMAN PENGESAHAN

Laporan ini telah disahkan oleh pembimbing, diuji oleh penguji, dan diketahui oleh Ketua Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 2 Kebumen Tahun Pembelajaran 2017/2018 pada :
Hari                             :           ………………………….
Tanggal                        :           ………………………….
Bertempat                    :           SMK Negeri 2 Kebumen

                           


   Penguji                                                                         Pembimbing


  Azinar Febri Kuncahyo, S.Pd.                                   Airlanto, S.Pd.
   NIP.                                                                            NIP: -




Mengetahui,
Ketua Kompetensi Keahlian
Teknik Kendaraan Ringan



Drs.H.Sri Hastana
NIP: -
                           

MOTTO
                                                                                                                    
1.      Kebaikan dapat menghapus perbuatan buruk. (Q.S Hud ayat 114).
2.      Allah bersama orang-orang yang sabar (Q.S Al-Anfal ayat 66).
3.      Barang siapa bersungguh-sungguh , sesungguhnya kesungguhan itu ada untuk dirinya sendiri. (Q.S Al-Ankabut ayat 6).
4.      Jangan pernah putus asa dalam menggapai cita – cita.
5.      Belajar dari sebuah kesalahan untuk berubah menjadi lebih baik lagi.
6.      Masa lalu biarlah berlalu, masa yang buruk jangan disesali tetapi bersyukurlah dan dipelajari agar tidak mengulanginya kembali.
7.      Allah menyukai orang yang sabar dan ikhlas, maka tersenyumlah dikala sedih tetap memaafkan saat kecewa.
8.      Barang siapa ingin mutiara harus berani terjun dilautan yang dalam.(Soekarno)

















KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh swt. Atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Praktik Kerja Industri ini dengan baik.
Adapun dari pembuatan Laporan Praktik Kerja Industri ini yaitu sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian laporan prakerin di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kebumen Tahun2017.
Laporan ini Penulis susun berdasarkan Buku Panduan Laporan Pelaksanaan Praktik Kerja Industri yang telah disusun oleh Tim POKJA PSG SMK Negeri 2 Kebumen.
Laporan ini dapat tersusun dan terselesaikan karena bantuan dan peran serta dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini diantaranya :
1.         Alloh swt. Yang telah memberikan rahmat-Nya kepada penulis.
2.         Orang tua yang selalu memberikan semangat kepada penulis untuk selalu giat belajar.
3.         Drs. Haryoko, M.M sebagai Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kebumen yang telah mengijinkan adanya pelaksanaan Praktik Kerja Industri.
4.         Bapak Gunardi sebagai Kepala Bengkel Kita Mobil Kutowinangun.
5.         Bapak Ahmad Syarif, S.Pd. sebagai pembimbing dari sekolah.
6.         Bapak Drs.H.Sri Hastana, sebagai Ketua Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan.
7.         Bapak Airlanto, S.Pd. sebagai pembimbing Laporan hasil Praktik Kerja Industri.
8.         Tim POKJA SMK Negeri 2 Kebumen sebagai panitia pelaksanaan Praktik Kerja Industri.
9.         Bapak dan Ibu Guru SMK N 2 Kebumen.
10.     Teman-teman sekolah dan pihak yang telah membantu penulis dalam melaksanakan praktik kerja industri dan menyelesaikan laporan ini.
Meskipun telah berusaha dengan sebaik-baiknya, penulis menyadari dalam pembuatan laporan Praktik Kerja Industi masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharap kritik dan saran yang membagun dari semua pihak agar laporan ini diterima dan bermanfaat serta tidak sempurnanya laporan ini. Terima Kasih.
                                                                                     Kebumen,  September 2017


Penulis

Putra Bangun Rizqi
       NIS : 16586



















DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………….. i
HALAMAN MOTTO…………………………………………………....... ii
KATA PENGANTAR……………………………………………….......... iii
DAFTAR ISI…………………………………………………………........  v
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………........ vii
DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................viii

BAB I   PENDAHULUAN …………………………………………........   1
A.    Latar Belakang ........................................................................... 1
B.     Tujuan Praktik Kerja Industri ………………………………… 2
1. Tujuan Umum………………………………………………  2
2.Tujuan Khusus……………………………………................  2
C.     Manfaat Praktik Kerja Industri ……………………….............. 2
1. Bagi Siswa………………………………………………….. 2
2. Bagi Sekolah………………………………………………..  3
3. Bagi Dunia Usaha/Industri…………………………............. 3
BAB II  KEGIATAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI ………………….    5         
A.  Orientasi Industri ………………………………...………........ 5
1.    Profil Industri……………………………………………….5
2.    Sejarah……………………………………………………...6
3.    Bidang Industri……………………………………………..6
4.    Sarana dan Prasarana……………………………………….6
5.    Permasalahan dalam Industri……………………………….6
B.  Teori Dasar…………………………………………….............7
1.    Pengertian Sistem Pendinginan…..………………… ……...7
2.    Macam- macam  Sistem Pendinginan  ..................................7
a.    Sistem Pendinginan Air…………. ...................................7
b.   Sistem Pendinginan Udara………………………………18
C.  Uraian Kegiatan Praktek Kerja Industri……………….............20
1.    Alat dan Bahan .....................................................................20
2.    Tujuan ...................................................................................20
3.    Keselamatan Kerja.................................................................20
4.    Langkah Kerja Pemeriksaan Sistem Pendinginan.................20
BAB III PENUTUP …………………………………………….. ………...29
A.  Kesimpulan……………………………………………….........29
B.  Saran……………………………………………………….......29
1.    Bagi Sekolah .........................................................................29
2.    Bagi Bengkel Industri ...........................................................30
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………31
LAMPIRAN..............…………………………………………………….32


DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Halaman depan bengkel kita mobil............................................. 5
Gambar 2. Sistem pendingin saat mesin dingin............................................ 8
Gambar 3. Sistem pendingin saat mesin panas............................................. 9
Gambar 4. Radiator mobil............................................................................. 10
Gambar 5. Inti radiator………...................................................................... 10
Gambar 6. Tutup radiator.............................................................................. 11
Gambar 7. Reservoir tank.............................................................................. 11
Gambar 8. Pompa air..................................................................................... 11
Gambar9. Thermostat.................................................................................... 13
Gambar 10. Kipas pendingin......................................................................... 13
Gambar11.V belt ........................................................................................... 14
Gambar 12. V ribbed belt...............................................................................            14
Gambar 13.Kopling fluida............................................................................. 15
Gambar 14. Tutup radiator rusak................................................................... 17
Gambar 15.Tali kipas rusak…………........................................................... 17
Gambar 16. Selang radiator pecah................................................................. 17
Gambar 17.Pemeriksaan selang radiator……............................................... 21
Gambar 18.Pemeriksaan klem selang.……………....................................... 22
Gambar 19.Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin.................................. 23
Gambar 20. Pemeriksaan tutup radiator........................................................ 25
Gambar 21. Pemeriksaan kualitas air……………….....................................   25
Gambar 22.Pemeriksaan isi reservoir tank………….................................... 26
Gambar 23.Pemeriksaan tali kipas…….........................................................27
Gambar 24. Pemeriksaan pompa air..............................................................27
Gambar 25. Pengisian air radiator………………………………………..…28





DAFTAR LAMPIRAN
Bersama dengan laporan Praktik Kerja Industri ini, penulis melampirkan beberapa data yang diperlukan, diantaranya :
1.      Buku Daftar Hadir Pelaksanaan Praktik Kerja Industri
2.      Buku Jurnal Kegiatan Praktik Kerja Industri
3.      Lembar Konsultasi dan Bimbingan




BAB I
PENDAHULUAN

Alhamdulillahi Robbil’ Alamin, segala puji syukur bagi Alloh SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan, hidayah dan inayah-Nya, kepada kami. Sehingga pada tanggal 3 Oktober 2016 s.d 31 Desember 2016 kami masih dikaruniai waktu dan kesehatan untuk menjalankan tugas sekolah, yaitu Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di Bengkel Kita Mobil Kutowinangun tanpa ada halangan suatu apapun.
     Semoga Laporan Praktik Kerja Industri yang kami buat bisa bermanfaat bagipembaca. Ucapan terima kasih kami kepada Bapak/Ibu Guru yang telahmembimbing kami dengan baik dan penuh rasa ikhlas. Kami hanya bisa mendo’akan semoga Bapak/Ibu Guru mendapat imbalan yang lebih baik dariAlloh swt. Amin.
A.  Latar Belakang Praktik Kerja Industri
Salah satu konsep pendidikan yang sedang aktual dewasa ini adalah sistem magang bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam lingkungan Departement Pendidikan Nasional khususnya SMK sistem magang ini operasional disebut dengan Praktik Kerja Industri.
Dalam rangka memasuki pasar global dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. SMK salah satu lembaga yang bertujuan mempersiapkan tenaga kerja menengah yang berpotensi mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta mampu bersaing dalam memasuki dunia kerja dengan mengembangkan kemampuan dalam lingkup keahlian masing-masing.
SMK NEGERI 2 KEBUMEN memiliki komitmen yang tinggi dalam memberikan bekal/kompetensi (Kognitif, Afektif, Psikomotor) bagi para siswanya.Kesadaran akan penting & perlunya bekal yang memadai bagi para siswanya. Terutama pada saat memasuki era globalisasi maka sekolah perlu memberikan bekal kemampuan dan keterampilan yang mendukung agar siswa siap berkopetensi serta profesional dalam dunia kerja. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, maka adanya pelatihan dan praktik yang lebih intensif di Dunia Usaha atau Dunia Industri yang dinyatakan dalam bentuk Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
Dengan adanya Praktik Kerja Industri ini, siswa langsung diterjunkan ke dunia kerja sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini diharapkan agar mampu menciptakan tenaga kerja yang terampil dan berwawasan yang luas.
B.     Tujuan Praktik Kerja Industri
1.        Tujuan Umum :
a.    Meningkatkan antara hubungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia usaha atau dunia industri agar bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
b.    Untuk mengetahui dan melatih pemahaman aplikasi ilmu pengetahuan teknik dalam dunia industri atau dunia usaha.
c.    Untuk menambah wawasan mengenai sistem dan proses produksi yang ditetapkan pada industri.
2.      Tujuan Khusus :
a.    Untuk memperoleh gambaran nyata tentang situasi, kondisi dan kebutuhan dunia kerja.
b.    Untuk menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman terutama dalam teknik industri dan usaha.
c.    Melaksanakan proses pembelajaran produktif di dunia usaha atau dunia industri.
C.    Manfaat Praktik Kerja Industri
1.         Manfaat bagi siswa :
a.         Mengetahui secara langsung perkembangan pemesinan dan dapat menambah wawasan tentang dunia usaha atau dunia industri.
b.        Memberi bekal tentang perindustrian sebelum terjun kelapangan kerja secara nyata.
c.         Mengenal cara kerja perusahaan atau manajemen secara umum dengan lebih mendalam khususnya mengenai proses produksi tatalaksana yang dilakukan.
d.        Melatihpemahaman tentang aplikasi pengetahuan teknik yang diterapkan di industri.
e.         Memperoleh ilmu dan pengetahuan serta pengalaman nyata tentang kondisi yang ada di industri.
f.          Sebagai pedoman berinteraksi dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya.
g.        Memperoleh bekal keterampilan tambahan sebagai pelengkap keterampilan yang didapat dari sekolah.
h.        Mengetahuimacam-macampekerjaanTeknik Kendaraan Ringan.
i.          Menambah kreativitas siswa-siswi untuk mengembangkan bakat dan minat.
j.          Membentuk mental siswa-siswi dan memberi motivasi agar serius dan bersemangat dalam mencapai cita-cita.
2.      Manfaat Bagi Sekolah :
a.         Terjalinnya kerjasama yang baik dalam perkembangan teknologi antara pihak sekolah dengan pihak industri.
b.        Menjalankan kewajiban undang-undang.
c.         Memberikan kontribuasi dan tenaga kerja bagi perusahaan.
d.        Mengetahui tingkat keberhasilan dalam penerapan ilmu dengan aplikasi yang nyata di dunia industri.
e.         Memperoleh gambaran tentang perusahaan sebagai bahan informasi untuk mengembangkan kurikulum yang ada.
f.          Dapat mengetahui korelasi ilmu yang diberikan di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kondisi industri atau usaha secara nyata.



3.      Manfaat Bagi Industri :
a.       Mengenalkan kepada masyarakat melalui kerjasama antara pihak industridengan pihak sekolah.
b.      Dapat menyaring sumber daya manusia yang berpotensial untuk ditarik bekerja di perusahaan.
c.       Mendapat masukan yang berharga ketika pembahasan masalah yang terjadi di industri.
d.      Meningkatkan citra perusahaan.
e.       Dapat membantu meringankan pekerjaan-pekerjaan yang ada diperusahaan.
f.        Dapat membantu mempercepat proses produksi yang berjumlah besar.
g.      Sebagai bahan acuan untuk mengetahui korelasi atau perbandingan ilmu yang diberikan di sekolah dengan kondisi diindustri secara nyata.
Tidak menutup kemungkinan adanya saran, dari siswa pelaksana Pendidikan Sistem Ganda (PSG)  yang bersifat membangun sistem yang ada.















BAB II
KEGIATAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

A.    Orientasi Industri
1.      Profil Industri
          Nama Perusahaan        : Bengkel Kita Mobil
Kepala Bengkel           : Gunardi
Bidang Usaha              : Perbengkelan
Alamat Perusahaan      : Jl. Raya No.21 Kutowinangun
JumlahTenaga Kerja   : 6 orang
Jam Kerja                    : 08.00-16.00 WIB
Sistem Pelayanan        : Langsung
Jenis Produksi             : Jasa
Bentuk Perusahaan      : Unit Produksi
Berikut ini adalah situasi Bengkel Kita Mobil :





Gambar 1.Halaman depan begkel Kita Mobil
2.      Sejarah
Bengkel Kita Mobil berdiri pada tahun 2011. Pendirinya adalah Bapak Gunardi yang sekaligus menjadi kepala bengkel Kita Mobil. Bengkel Kita Mobil beralamatkan di Jl. Raya No 21 Kutowinangun. Awalnya bengkel Kita Mobil baru memiliki 3 karyawan dan stok barang yang tersedia baru ban, accu,oli, dan spare part.
Ditahun 2013 bengkel Kita Mobil mendapat tambahan karyawan menjadi 6 orang,Yaitu Mba Ama dan Mas Sutikno sebagai HRD. Ada juga Pak Lek, Pak Kiran, Pak Herman, dan Bang Prayit sebagai mekanik. Bengkel Kita Mobil sangat ramai di kunjungi para pelanggan untuk memperbaiki mobilnya. Mulai dari ganti oli, tune up, dll. Dalam sehari rata-rata bisa sampai sepuluh mobil yang datang ke bengkel Kita Mobil.
3.      Bidang Industri
Selama melaksanakan praktik kerja industri, penulis melakukan pekerjaan yang dapat di lakukan di bengkel walaupun sifatnya membantu.Namum, dari pekerjaan tersbut mendapatkan banyak pengalaman yang belum pernah dijumpai di sekolah
Jenis-jenis pekerjaan tersebut antara lain:
a. Tune up mesin
b. Servis rem
c. Lain-lain
4.      Sarana dan Prasarana
a.       Ruang tunggu
b.      Tempat parkir
c.       Toilet
5.      Permasalahan dalam Industri
a.       Kurangnya alat alat service yang lengkap
b.      Sistem kerja dari mekanik yang tidak sesuai
c.       Tidak adanya materi di bengkel
d.      Peserta prakeri kurang diberi kesempatan untuk praktik

B.     Teori Dasar
1.      Pengertian Sistem Pendinginan
Sistem Pendingin adalah salah satu sistem kelengkapan yang terdapat pada mesin kendaraan bermotor yang bertugas mempertahankan suhu kerja mesin sehingga proses siklus kerja mesin dapat terus berlangsung.
Fungsi utama sistem pendingin:
a.       Mempercepat tercapainya suhu kerja mesin saat mesin dingin.
b.      Mempertahankan suhu kerja mesin, mencegah panas yang berlebihan (over heating).

2.      Macam – macam Sistem Pendingin
a.    Sistem Pendinginan Air
Sistem pendingin dirancang untuk mempertahankan mesin agar tetap pada temperatur kerja agar kinerja mesin maksimal dan bahan bakar dapat bernilai ekonomis. Sistem pendinginan air mempunyai banyak keunggulan. Mesin dengan pendinginan air lebih aman, sebab ruang bakar dikelilingi oleh pendingin (terutama air dengan additive dan anti beku), juga bertindak sebagai peredam bunyi. Air pendingin yang panas dapat juga digunakan sebagai sumber panas untuk pemanas udara didalam kendaraan.
1)   Jenis – jenis Pendinginan Air
a)        Pendinginan Alami
Berat jenis air akan turun bila suhunya bertambah dan apabila suhunya turun berat jenis akan naik, sirkulasi alam bekerja atas dasar adanya perbedaan berat jenis. Air yang telah panas di dalam mesin akan naik ke bagian atas radiator dan setelah suhunya turun akan mengalir ke bagian bawah radiator untuk seterusnya masuk kembali ke motor
Cara kerja: ketika motor dihidupkan maka air dalam mesin menjadi panas. volume air mengembang berat jenis air mengecil. Air panas naik ke radiator didalam radiator air panas didinginkan maka volume air menyusut. Berat jenis air membesar air turun ke motor, dan seterusnya.
b)      Pendinginan Tekan
Peredaran air dalam sistem ini pada dasarnya sama dengan yang terjadi pada sirkulasi alam, tetapi untuk memperbesar jumlah panas yang dapat diambil tiap satuan waktu maka peredarannya menggunakan pompa
Cara kerja: Air mengalir dari motor diteruskan menuju radiator dan setelah didinginkan melalui radiator air ini kembali masuk ke motor. Kondisi pendinginan menurut sistem ini lebih baik daripada sistem sirkulasi alam oleh karena itu sistem ini banyak digunakan.
Cara kerja sistem pendinginan air dibagi menjadi 2 tahap yaitu saat mesin dingin dan saat mesin panas.
Bila mesin masih dingin sirkulasi air pendingin hanya terjadi didalam mesin saja,tanpa melalui radiator, ini dikarenakan adanya thermostat yang masih menutup saat mesin dingin, jadi air yang mestinya masuk kedalam radiator tertutup oleh thermostat,dan akan melewati saluran by pass untuk kembali bersirkulasi kedalam mesin, proses ini juga bertujuan untuk mempercepat mesin mencapai suhu kerja normal yaitu sekitar 80-90 derajat Celcius.





Gambar2. Sistem pendinginan saat mesin dingin.
Saat mesin sudah panas dan melebihi temperatur kerja maka thermostat akan terbuka dan saluran by pass akan tertutup sehingga air yang sudah panas akan dialirkan kedalam radiator untuk selanjutnya didinginkan oleh kipas dan laju kendaraan itu sendiri, selanjutnya cairan pendingin yang sudah didinginkan didalam radiator kembali dialirkan kedalam mesin untuk kembali mendingikan mesin, begitu seterusnya sampai temperature kembali turun hingga thermostat kembali menutup, begitu seterusnya proses ini berulang.




                          Gambar 3. Sistem pendinginan saat mesin panas
2)    Komponen Sistem Pendingin
a)    Radiator
Radiator mendinginkan cairan pendingin yang telah menjadi panas setelah melalui saluran water jacket. Radiator terdiri dari upper water tank, lower water tank, dan radiator core pada bagian tengahnya. Lower tank akan menampung air yang telah didinginkan oleh radiator melalui sirip-sirip yang ada pada radiator. Proses pendinginannya adalah dari upper tank yang berisi air panas yang telah digunakan untuk mendinginkan mesin. Air akan turun melalui pipa-pipa kecil di tengah-tengah sirip-sirip. Kemudian air yang telah melewati pipa tertampung di lower tank untuk disalurkan kembali untuk mendinginkan mesin.



Gambar 4. Radiator mobil

b)       Inti Radiator
Inti radiator terdiri dari pipa-pipa dimana cairan pendingin melaluinya dari upper ke lower tank. Dan juga dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin yang fungsinya untuk menyerap panas dari cairan pendingin. Ada 2 tipe inti radiator yaitu :
i)     Type Flat Fin Plate
ii)   Type Currogated Fin Type

                                                Gambar 5. Inti radiator

c)         Tutup Radiator
Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan dan menstabilkan tekanan cairan radiator dalam sistem pendingin. Pada tutup radiator dilengkapi relief valve dan vacuum valve.
i) Relief valve berfungsi untuk membuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui overflow pipe.
ii) Vacuum valve berfungsi untuk menghisap udara segar mengganti kevakuman dalam radiator.

                                              Gambar 6. Tutup radiator
d)        Reservoir Tank
Berfungsi untuk mencegah terbuangnya cairan pendingin dan untuk menjamin agar tetap dapat mengirimkan cairan pendingin saat diperlukan penambahan secara tetap.






          Gambar 7. Reservoir tank

e)         Pompa Air
Berfungsi untuk mengirimkan cairan pendingin melalui sistem pendingin dengan tekanan.





Gambar 8. Bagian-bagian Pompa air


f)       Thermostat
     Thermostat adalah semacam katup yang membuka dan menutup secara otomatis sesuai temperatur cairan pendingin. Bila temperatur pendingin rendah katup menutup untuk mencegah air agar tidak masuk ke dalam radiator. Bila temperatur meningkat katup akan membuka dan dengan demikian cairan pendingin mengalir ke radiator. Cara kerja thermostat dibagi menjadi 2 macam yaitu :
i) Thermostat tanpa katup by pass
Saat temperatur rendah, saluran air ke radiator ditutup oleh thermostat sehingga air akan mengalir dari blok silinder ke pompa air melaluisaluran by pass. Sedangkan saat temperatur panas  ,saluran air ke radiator dibuka ( thermostat sudah terbuka ) sehingga air akan mengalir dari blok silinder ke radiator lalu ke pompa dan kembali ke blok silinder. Dan dari blok silinder mengalir melalui saluran by pass lalu ke pompa air dan kembali ke blok silinder.

ii) Thermostat dengan katup by pass
Saat temperatur rendah, saluran by pass yang ada pada thermostat terbuka sehingga alirannya dari blok silinder ke saluran by pass lalu k ewater pump dan kembali ke blok silinder. Sedangkan saat temperatur panas,saluran by pass yang ada pada thermostat tertutup sehingga alirannya dari blok silinder ke radiator ke water pump lalu kembali ke blok silinder ( tidak ada air yang melewati saluran by pass ) sehingga pendinginan pada saat mesin panas lebih efektif.


Gambar 9. Thermostat

g)         Kipas Pendingin
Radiator didinginkan oleh udara luar. Tetapi pendinginannya belumlah cukup bila kendaraan tidak bergerak. Kipas pendingin bertujuan untuk menambah pendinginan. Ada 2 sistem kipas pendingin, yaitu :
i)     Sistem kipas pendingin yang digerakkan oleh Belt.
ii)   Sistem kipas pendingin yang digerakkan oleh Motor Listrik.


                                                Gambar 10. Kipas pendingin
*) Catatan  :
 Kipas radiator berbeda dengan kipas yang lain , pemasangannya tidak meniupkan udara namun menyerap udara. Pemasangan yang terbalik akan membuat sistem pendinginan tidak normal dan menyebabkan temperatur mesin menjadi naik.

h)        V Belt , V Ribbed Belt
V Belt mempunyai bagian yang terpotong berbentuk V yang menambah efisiensi pemindahan tenaga. Sedangkan V Ribbed Belt mempunyai bentuk rusuk V-shapped rib pada bagian sisi pully.


                                                   Gambar 11. V Belt






                                            Gambar 12. V Ribbed Belt        

                       


i)        Kopling Fluida yang Dikontrol Temperatur
Ini adalah sebuah alat yang mengatur kecepatan kipas pendingin dalam dua tahap sesuai dengan temperatur udara luar yang melalui radiator.


Gambar 13. Kopling fluida

       Sistem pendinginan harus selalu bersih guna dapat berfungsi dengan baik, kerak pada sistem pendinginan akan menampung panas setempat pada kantong-kantong air dan menyumbat bagian bagian radiator sehingga tidak dapat berfungsi dengan  baik.
            Sistem pendinginan yang kotor harus dibersihkan dengan cara-cara berikut:
1.    Hidupkan mesin sampai sistem pendinginan menjadi hangat.
2.    Matikan mesin dan ceratlah sistem pendinginannya.
3.    Tutup kran penceratnya dan isi dengan minyak tanah sebanyak 1/10 dari jumlah isi keseluruhan daripada sistem pendinginan.
4.    Isilah sisanya dengan campuran 1 galon air dan ½  lb soda cuci.
5.    Hidupkan mesin pada putaran sedang selama ½ jam.
6.    Matikan mesin cerat dan bilaslah dengan air bersih.


3)             Gangguan-gangguan pada sistem pendinginan
1). Terlalu Panas
Kemungkinan penyebab :
a)    Kekurangan air pendingin.
b)    Tali kipas kendor.
c)    Tali kipas basah karena minyak atau rusak.
d)    Thermostat rusak.
e)    Pompa air tidak bekerja.
f)     Saluran pendinginan tersumbat.
g)    Waktu pengapian tidak tepat.
h)    Rem menyeret (tersangkut).
i)     Koil klep pengatur panas saluran masuk panas.
j)     Poros klep pengatur panas pada saluran melengket.
2). Terlalu dingin
Kemungkinan penyebab :
a)    Thermostat rusak.
b)    Udara terlalu dingin.
c)    Kehabisan air pendingin
      3). Kebocoran air pendingin
Kemungkinan penyebab :
a)    Radiator bocor.
b)    Hubungan selang longgar atau selang rusak.
c)    Pompa air bocor.
d)    Gasket kepala silinder bocor.
e)    Kepala silinder atau blok silinder retak.
f)     Mesin bekerja pada suhu yang terlalu tinggi.
4). Terdapat bunyi pada sistem pendinginan
Kemungkinan penyebab :
a)    Bantalan pompa air rusak.
b)    Daun kipas pompa longgar atau bengkok.
c)    Tali kipas rusak.

Berikut adalah contoh kerusakan pada komponen sistem pendingin :


Gambar 14.Tutup radiator berkarat                Gambar 15. Tali kipas rusak


Gambar 16. Selang radiator pecah

Merupakan suatu keharusan bahwa hanya air bersih saja yang dipergunakan untuk sistem pendinginan sebab hal utama yang menyebabkan tidak berjalan baiknya sistem pendinginan dikarenakan adanya kotoran yang terkumpul baik pada radiator maupun pada klep dudukan dari thermostat,dalam waktu beberapa saat maka sistem pendinginan darinya menjadi kurang efektif karena adanya karatan-karatan dan kotoran-kotoran, hal ini dapat mengakibatkan mesin menjadi terlampau panas.
Periksalah bagian atas dan bawah selang radiator dari luar dan bila sudah lembek atau rusak segeralah dibongkar dan diperiksa kalau perlu diganti yang baru. Bersihkan radiator dan mesin dari endapan-endapan yang mungkin terkumpul baik di radiator maupun dimesinnya,bersihkan pula sela sela radiator bagian luar dengan menyemprotkan air yang bertekanan tak terlalu tinggi dari arah yang berlawanan dengan hembusan angin dari kipas angin
Apabila aliran udara pendingin yang melalui radiator tersumbat misalnya karena terdapat gemuk atau kotoran yang menempel pada radiator ,bersihkanlah kotoran tersebut dengan menggunakan udara tekan dari kompresor. Periksa apakah ada kebocoran melalui poros pompa karena poros pompa terlepas atau longgar terhadap bantalannya,jika demikian sebaiknya pompa air dilepas untuk diperiksa. Periksa apakah tutup radiator bekerja menurut ukuran tekanan yang semestinya, untuk memeriksanya menggunakan radiator cup tester. Tutup radiator yang tidak bekerja sesuai ukuran tekanan yang ditetapkan dapat mengakibatkan panas yang berlebihan karena sistem pendingin akan mengalami kehilangan air pendingin yang akan keluar melalui pipa terlalu banyak.
Periksa semua selang radiator dan ganti jika kurang baik misalnya sudah lunak atau menjadi gepeng, kadang-kadang gepengnya selang radiator diakibatkan oleh rendahnya tekanan didalam selang sewaktu motor berkecepatan tinggi. Keluarkan thermostat kemudian periksa dan bersihkan sistem pendinginan dengan aliran air bertekanan.
b.        Sistem Pendinginan Udara
Sistem pendinginan udara adalah sistem pendinginan yang menggunakan udara untuk mendinginkan mesin. Keuntungan sistem pendinginan udara adalah komponen dan konstruksi yang sederhana dan tidak memerlukan perawatan yang lebih. Namun disisi lain pendingin type ini kurang bisa mengatur temperatur mesin sebab konstruksi yang sederhana.
Pada sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder dan ruang bakar tersebut. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin.Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di daerah sekitar silinder.
Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. Aliran uadara ini kecepatannya harus sebanding dengan kecepatan putar  mesin agar temperatur ideal mesin dapat tercapai sehingga pendinginan dapat berlangsung dengan sempurna.
Untuk menciptakan aliran udara, ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan udara atau siripnya. Apabila sirip pendinginnya yang digerakkan berarti mesinnya harus bergerak seperti mesin yang dipakai pada sepeda motor. Untuk mesin-mesin stasioner dan mesin-mesin yang penempatannya sedemikian rupa sehingga sulit untuk mendapatkan aliran udara, maka diperlukan blower yang fungsinya untuk menghembuskan udara. Penempatan blower yang digerakkan oleh poros engkol memungkinkan aliran udara yang sebanding dengan putaran mesin sehingga proses pendinginan dapat berlangsung sempurna.
1)   Keunggulan menggunakan pendingin udara adalah sebagai berikut:
a) Tidak memerlukan air pendingin
b) Ukuran mesin lebih kecil
c) Ruangan mesin relative lebih kecil       






2)      Kelemahan menggunakan pendingin udara adalah sebagai berikut :
a) Pada saat jalanan macet atau mobil sedang berhenti dengan mesin hidup, menyebabkan pelepasan kalor berjalan lambat. Maka temperatur mesin naik karena tidak adanya pasokan udara luar pada lorong udara.
Untuk mengatasi hal tersebut biasanya mesin ditambah dengan kipas angin elektrik.
b)   Suara mesin mobil dengan konsep pendingin udara cenderung lebih kasar.
C.    Uraian Kegiatan Praktik Kerja Industri
Didalam melakukan perawatan sistem pendinginan kita harus memeriksa bagian-bagian sistem pendinginan dengan prosedur yang benar. Mari kita lihat bagaimana cara memeriksanya.
1.      Alat :
a.       Radiator cup tester.
b.      Tension gauge.
c.       Selang
2.      Bahan :
a.         Coolant
b.         Air
c.         Cairan pembersih (prestone radiator coolant)
3.      Tujuan :
a.       Siswa dapat mengetahui sistem pendinginan.
b.      Siswa dapat melakukan pemeriksaan system pendinginan.
c.       Siswa dapat melaksanakan prakerin dengan baik.
4.      Keselamatan Kerja
a.       Menggunakan baju werpack
b.      Memakai sepatu safety
c.       Menggunakkan alat sesuai dengan fungsinya
d.      Bekerja sesuai dengan SOP

5.      Langkah Kerja Pemeriksaan Sistem Pendinginan.
a.       Periksa selang radiator kemungkinan ada yang rusak, pecah, menggelembung atau kendor pengikatnya atau perlu diganti.
        


       Gambar 17.Pemeriksaan selang radiator.

b.      Periksa posisi klem apakah ada yang rusak, kendor atau tidak tepat posisinya.



                 Gambar 18.Pemeriksaan klem selang.


c.       Periksa Radiator dan sirip-siripnya atau kebocoran air.
d.      Periksa kran penguras apakah kendor atau bocor.
e.       Periksa kebocoran sistem pendingin (dengan Radiator Cup Tester) dengan tekanan ±1.2 Kg/cm2.
Hasil : Jarum pada indicator radiator cup tester tidak bergerak turun kembali dan menunjuk angka 1,2
Kesimpulan : Berarti system pendingin tidak mengalami kebocoran.

Gambar 19.Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin.
f.        Membersihkan radiator
1)        Buka tutup pembuangan radiator ada di bagian bawah radiator  biasanya berwarna putih atau hitam terbuat  dari plastic.
2)        Setelah terbuka dan air mulai mengalir keluar buka tutup bagian atas.
3)        Setelah air keluar semua tutup kembali lubang pembuangan radiator.
4)        Masukan 1 botol Prestone Radiator Flush dalam radiator kemudian isi dengan air keran hingga penuh dan tutup radiator.
5)        Hidupkan mesin  hingga thermostart terdengar membuka dan biarkan sekitar 10 menit kemudian matikan mesin, setelah itu buka tutup radiator secara berlahan dengan menggunaka lapisan kain tebal, buka dengan hati-hati agar air panas tidak mengenai tangan.
6)        Setelah air dalam radiator tidak terlalu panas buka lubang pembuangan radiator hingga air terkuras semua, tutup kembali dan isi dengan air keran hingga penuh kemudian tutup kembali, lakukan seperti pada point 5.
7)        Setelah itu kucurkan air keran dalam radiator sambil menyalakan mesin dan lubang pembuangan tetap dibuka agar air bersih bersirkulasi dan sisa ditergent ikut terkuras  hingga bersih.
8)        Setelah semua air terbuang dalam radiator tutup lubang pembuangan.
9)        Tuangkan Prestone Radiator coolant dalam radiator hingga penuh,  tutup radiator dan hidupkan mesin sekitar 10 menit dan matikan mesin.
10)    Buka tutup radiator dan isi kembali Prestone Radiator coolant apabila cairan dalam radiator berkurang selanjutnya tutup radiator.
11)    Bersihkan tabung cadangan air radiator dan isi dengan cairan Prestone Radiator Coolant.
g.      Periksa tutup radiator (dengan Radiator Cup Tester). Dengan tekanan 0.75-1.05 Kg/cm2.
Hasil : Jarum pada indicator radiator cup tester menunjuk angka 0,85
Limit : 0,6 Kg/cm2
Kesimpulan : tutup radiator masih bias digunakan karena tekanan pada tutup radiator masih dalam batas limit
                  
Gambar 20.Pemeriksaan tutup radiator.
h.      Periksa kualitas air pendingin. Menggunakan jari periksa kualitas air pendingin. Jika air berminyak maka kemungkinan terdapat kebocoran oli ke system pendingin yang disebabkan gasket kepala silinder rusak.
                       
Gambar 21.Pemeriksaan kualitas air.
i.        Periksa tangki cadangan (reservoir, air harus pada batas Max-Low).
Jika air yang di tangki cadangan sudah dibatas low maka tambahkan air coolant kembali sampai batas max.


Gambar 22.Pemeriksaan isi reservoir tank.
j.        Periksa tali kipas (tali kipas harus dilepas)
1)      Apakah tali kipas retak?
2)      Apakah tali kipas terkena oli?
3)      Apakah tali kipas telah aus?

k.      Periksa ketegangan tali kipas diantara alternator & pompa air ketegangan 7-10 mm.


Gambar 23.Pemeriksaan tali kipas.
Hasil : Ketegangan tali kipas adalah 8 mm
Kesimpulan : ketegangan tali kipas masih dalam toleransi sehingga tali kipas masih bisa digunakan.
l.        Periksa suara bearing pompa air.


Gambar 24.Pemeriksaan pompa air.

m.    Periksa sirkulasi air pendingin (mesin panas & hidup).
n.      Air pendingin diganti setiap 20.000 Km(40.000 Km jika memakai radiator coolant).

Gambar 25.Pengisian air radiator.












BAB III
PENUTUP

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Alloh swt. Karena dengan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan praktik kerja industri dengan baik dan tanpa suatu kekurangan serta dapat membuat laporan ini.
A. Kesimpulan
Setelah melaksanakan kerja industri  banyak hal yang penulis peroleh dan bermanfaat, di antaranya: 
a.       Mendapatkan pengalaman kerja sebagaimana nantinya dapat bekerja di dunia industri yang sesungguhnya.
b.      Memperoleh tambahan ilmu yang belum pernah di dapatkan dari sekolah.
c.       Dapat menyalurkan keterampilan di bengkel yang telah diperoleh di sekolah.
d.      Dapat mengetahui pengetahuan tambahan mengenai komponen utama pada mesin bensin.
B. Saran
1. Bagi sekolah
a.    Lebih meningkatkan hubungan sekolah.
b.    Memperpanjang waktu prakerin agar pengalaman yang diserap lebih dalam.
c.    Bagi pihak sekolah agar sering mengontrol siswa yang sedang prakerin agar mengetahui keadaan siswa di tempat prakerin.
d.    Menentukan pembuatan laporan prakerin lebih awal lagi.







2. Bagi bengkel industri
a.    Siswa dibengkel sebaiknya diberi kesempatan untuk menyalurkan ketrampilannya yang telah dimiliki.
b.    Sebaiknya mengutamakan alatkeselamatan kerja dengan baik.
c.    Untuk para karyawan agar memberikan bimbingankepada para siswa prakerin dan memberikan sedikit ketrampilan yang dimiliki.
d.    Mengontrol lagi kegiatan yang sedang dilakukan siswa saat prakerin.
























DAFTAR PUSTAKA

PT. Toyota Astra Training Center.New StepTraining Manual.
Drs.Daryanto. 2010. TEKNIK SERVIS MOBIL. Jakarta. Rineka Cipta.
Th.KATMAN. 2009. Pemeliharaan/Servis,Perbaikan,dan Overhaul Sistem Pendingin dan Komponen-komponennya. Jakarta. ERLANGGA. Laporan prakerin tahun 2016
Tim POKJA PSG SMK Negeri 2 Kebumen.(2016). Buku Pedoman Praktik Kerja Industri.
Internet










LAMPIRAN
Lembar Konsultasi dan Bimbingan

No
Hari/Tanggal
Materi Bimbingan
Tanda Tangan
Ket
1









2









3









4









5









6









7





Kebumen,        Oktober 2017                                                  Pembimbing


                                            Airlanto, S.Pd.                                                             NIP.-


 Itulah Artikel mengenai Contoh Laporan PKL/Prakerin Jurusan TKR atau TSM. Semoga artikel diatas dapat membantu temen-temen dalam penyusunan Laporan. 
Terima Kasih, semoga bermanfaat..

Salam sobat Indonesia!

No comments:

Post a comment