BLOG AKU ANAK INDONESIA

Cintai hasil karya anak bangsa sendiri

Monday, 30 July 2018

Pengalaman Uji LSP Elektronika "Inspektor Power Amplifier Check"

     
      Hai temen - temen, kembali lagi di Blog Aku Anak Indonesia. Keahlian seseorang akan sangat berguna ketika sudah masuk dalam dunia kerja. Namun Pada saat ini keahlian yang dimiliki harus dibuktikan dengan sertifikat yang legal. Di era Masyarakat Ekonomi Asean, kita diharuskan memiliki keahlian yang kompeten agar dalam persaingan MEA tersebut kita tidak kalah dengan warga negara asing. Saat ini secara nasional, Kita mempunyai sertifikat yang legal dan kompeten dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

       BNSP merupakan Badan yang mengkoordinir anggota dibawahnya, kemudian siapa yang melaksanakan pengujian terhadap orang yang ingin mendapatkan sertifikat?
Lembaga itu ialah LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi). LSP bertugas melakukan riset/survey terhadap calon orang yang akan mendapatkan sertifikat, apakah orang tersebut di rekomendasikan kompeten atau tidak.

          Ya itulah gambaran sedikit mengenai BNSP dan LSP, oke penulis akan menceritakan pengalaman bagaimana penulis mendapatkan sertifikat di bidang elektronika "Inspektor Power Amplifier Check".
Lets enjoy..

       Inspektor Power Amplifier Check merupakan pengujian di bidang elektronika dimana seseorang harus mampu mengidentifikasi Power Amplifier, baik membuat, mengukur tegangan, mengecek kualitas, memperbaiki , dll. Penulis merupakan jurusan Teknik Audio Video, jadi tak heran jika yang diujikan demikian.

      Penulis melakukan uji tersebut pada saat Ujian Praktik Kelas 3 SMK. Jadi pada sebelum-sebelumnya sudah diajarkan bagaimana memahami yang akan diujikan. Sebelum melakukan Tes, Penulis diberikan Data yang harus diisi yang berguna untuk rekomendasi kompeten atau tidak. Setelah diisi, Keesokan harinya Penulis dan teman-teman yang lain melaksanakan pengujian. Yang diujikan ialah membuat Amplifier dari nol sampai jadi, sebelumnya kita telah diberikan skema rangkaian Amplifier beserta Tone Control-nya dan diberi PCB beserta komponennya.

     Untuk membuat Layout , kita menggunakan software yaitu Proteus. Kita diberikan waktu 3 hari untuk membuat dan mengukur tegangan dari Amplifiernya.Karena Penulis sudah bisa dan terbiasa membuat Layout, Penulis dalam membuat layout hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam saja. Setelah itu langsung di cetak pada kertas khusus yang selanjutnya dipindah ke PCB yang sebelumnya sudah dibersihkan. Setelah itu langsung dilarut di cairan HCL dan H2O2.

     Setelah dilarut, PCB dibersihkan. Lalu langsung memasang komponen pada PCB. Penulis dalam memasang komponen selesai di hari kedua dan langsung dicoba. Pada saat percobaan, Penulis melakukan kesalahan, yaitu memberikan arus DC pada rangkaian, alhasil, jalur ada yang putus dan ada komponen yang hampir terbakar, namun hal itu bisa diatasi dengan menghubungkan kembali jalur yang putus dengan di Tinol.

    Setelah dicek sampai jadi. Selanjutnya Amplifier di cek tegangan maupun kualitasnya.Kita mengecek Ampli dengan Osiloskop/CRO.  Kebanyakan temen - temen penulis banyak yang belum bisa. Dan karena penulis sudah belajar sebelumnya, Penulis memberi tahu kepada temen-temen bagaimana cara menggunakannya.

      Setelah melakukan pengukuran, Kemudian penulis di wawancara-i oleh Asesor, Setelah diwawancara, Penulis diberikan data - data yang harus diiisi. Setelah itu, Semuanya alhamdulillah direkomendasikan kompeten pada bidang tersebut.

      Ya itulah cerita pengalaman penulis dalam melaksanakan Uji LSP Elektronika "Inspektor Power Amplifier Check". Semoga cerita diatas bisa menjadi inspirasi dan motivasi serta referensi bagi kalian yang akan menghadapinya juga.
Oke temen-temen, terimakasih sudah berkunjung
Semoga bermanfaat..

Salam Sobat Indonesia!

No comments:

Post a comment